Tuesday, July 31, 2012

Tak Ada Yang Abadi

by Peterpan, Ariel

Tak akan selamanya tangan ini mendekapmu
Tak akan selamanya raga ini menjagamu
Seperti detak jantungku tak bertahan dimakan waktu
Seperti harumnya bunga yang  memudar
Atau seperti cinta yang telah hilang

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Oh, biarkanlah daku bernapas sejenak, sebelum hilang

Tak kan selamanya, tangan ini mendekapmu
Tak kan selamanya, raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Tuesday, July 24, 2012

tahun yang baru telah tiba
1432 tahun yang lalu
Rasululloh memulai perjalanan hijrahnya
dari mekkah menuju madinah

kini setelah 1435 tahun kemudian
kita setiap tahun selalui memperbaharui d
anmemperbaiki
perjalanan hijrajh kita

dari gelap ke terang
dari maksiat ke ibadah

medio 2011

sendu

tatapan matamu yang sendu
seakan merindu
rindu pada dirimu

tatapan matamu yang sendu
seakan bercerita
cerita pilu dirimu

tatapan matamu yang sendu
seakan  berkata
tentang kelelahan jiwamu

kau telah berjalan bahkan berlari
kesana kemari
ke utara, selatan, timur dan barat
tapi belum kau temui apa yang kau cari

sepotong cinta dengan sepotong asa
kau temui aku
kau harap diriku
namun kau tahu pasti tak dapat kuberi sepotong cinta itu
namun asamu tetap menyala tuk mendapat sepotong cinta dariku
walau kau tahu ku tetap tak bisa

dengan tatapan matamu yang sendu kau bicara
dengan tatapan matamu yang sendu kau siratkan cinta
dengan tatapan matamu yang sendu .....




hampa

terasa kosong
hampa....
tanpa rasa
hambar....

Monday, July 23, 2012

ASA II

ku tunggu
ku nanti
ku tunggu tunggu
ku nanti nanti
tapi tak ada kabar berita dari mu
       tak ada cerita dari mu
tidakkah kau rindu padaku
tidakkah kau ingin tahu berita dariku
masih adakah rasa itu di dirimu
namun selalu ada asa dalam hati ini

Sunday, July 22, 2012

detil

masih kuingat setiap detilnya
ketika kau hubungi aku
ketika kau datang ke tempatku
ketika kau bawa aku
ketika kau bawa aku  ke rumah makan itu
ketika kau bawa aku ke tempat itu
ketika kau lakukan itu
ketika kau bawa aku ke pantai itu
ketika kau bisikan kata itu
ketika kau pandangi aku
ketika ketika ketika ketika ketika
semua detil masih terekam jelas dalam kalbu ku
semua detil setiap detil
senyummu tawamu sedihmu
masih kuingat sampai saaat ini dan nanti